MEMBUAT BLOG
Nama : Azza Muzayanah
NoReg : 5115122611
Prodi : Pendidikan Teknik Elektro 2012 Reguler
E-mail : azzamuzayanah2@gmail.com
Blog : azzamuzayanah2012.blogspot.com
Noreg : 5115122611
Prodi : Pendidikan Teknik Elektro 2012
e-mail : azzamuzayanah2@gmail.com
1. TUGAS KERANGKA KARANGAN
Judul
: UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MERAWAT
PERALATAN RUMAH TANGGA LISTRIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (Team
Assisted Individualization)
MENGGUNAKAN media E-lerning berbasis JOOMLA (Suatu Studi Kasus Di
Kelas X TITL SMK Karya Guna Jakarta)
Penulis : DWI RIYANTO
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Kegunaan Penelitian
BAB II KERANGKA TEORETIS, KERANGKA BEPIKIR,
DAN
HIPOTESIS TINDAKAN
2.1 Kerangka Teoretis
2.1.1 Hakikat Belajar
2.1.2 Hasil Belajar
2.1.3 Teori Belajar Konstruktivistik
2.1.4 Merawat Peralatan
Rumah Tangga Listrik (MPRTL)
2.1.4.1 Pengertian dan Tujuan perawatan
2.1.4.2 Setretika Listrik
2.1.4.3 Penanak Nasi Listrik
2.1.4.4 Motor Satu Fasa
2.1.4.5 Blender
2.1.4.6 Kipas Angin
2.1.5 Pembelajaran Kooperatif
2.1.6 Pembelajaran Kooperatif Tipe Team
Assisted
Individualization (TAI)
2.1.7 Media E-Learning Berbasis CMS
Joomla
2.1.7.1 Media Pembelajaran
2.1.7.2 CMS Joomla
2.1.8 Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
2.2 Kerangka Berpikir
2.3 Hipotesis Tindakan
BAB III PELAKSANAAN
3.1 Tempat dan Waktu
Penelitian
3.2 Mata Pelajaran
3.3 Karakteristik Siswa
3.4 Prosedur/Siklus Penelitian
3.4.1 Perencanaan
3.4.1.1 Perencanaan Tindakan
3.4.1.2 Perencanaan Teknik
Pengumpulan data
3.4.1.3 Perencanaan Alat
Pengunpul data
3.4.2 Tindakan
3.4.2.1 Siklus pertama
3.4.2.2 Siklus kedua
3.4.2.3 Siklus ketiga
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.2 Pembahasan Angket Siswa
4.3 Pembahasan Lembar Pengamatan Pembelajaran Kooperatif Untuk Guru
Kolaborator
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
2. TUGAS MENCARI 5 SUMBER DAN ARTIKEL PEMBANDING SERTA BERI ULASANNYA
1. BAB
I halaman 2
Ø Sumber
[1] Idris, H. Zahara, Pengantar Pendidikan I
(Jakarta:
Gramedia, 1992), h. 30
Ø Isi
Tujuan
utama pendidikan Nasional yang tercantum dalam PP 19/2005 SNP Pasal 19 adalah
terciptanya proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi untuk aktif, kreatif, mandiri sesuai bakat, minat dan
perkembangan fisik dan psikologis peserta didik, memiliki pengetahuan dan
keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri
serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Ø Artikel
pembanding yang saya unduh
Ø Ulasan
Tujuan pendidikan
nasional sudah tertulis pada UUD 1945. Undang-undang ini menjadi pedoman dalam
melaksanakan pendidikan. Ada beberapa pasal dalam undang-undang yang mengulas
tentang tujuan pendidikan nasional. semua pasal-pasal itu tidak jauh dari apa
yang terdapat pada UUD 1945 yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
2. BAB
I halaman 4
Ø Sumber
2Suharsimi
Arikunto, Suhardjono, Supardi, Penelitian
Tindakan Kelas. (Bumi Aksara, 2010), h.58
Ø isi
Telah banyak dilakukan penelitian
untuk meningkatkankan hasil belajar siswa diantaranya adalah dengan melakukan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diduga dapat meningkatkan hasil belajar
siswa. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
adalah Penelitian tindakan (action research) yang dilakukan
dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. PTK berfokus
pada kelas atau pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas, bukan pada input kelas (silabus, materi, dan
sebagainya) ataupun output (hasil
belajar).
Ø Artikel
pembanding yang di unduh
Ø Ulasan
penelitan tindakan
kelas merupakan penelitian yang bersifat kasuistik dan berkonteks pada kondisi,
keadaan dan situasi yang ada didalam kelas yang dilaksanakan untuk memecahka
permasalahan-permasalahan yang terjadi guna meningkatkan kualitas pembelajaran
didalam kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan oleh guru dengan tujuan
agar kelas mampu mengikuti dann memahami bidang studi yang diampunya.
3. BAB
II halaman 7
Ø Sumber
[1]Dimyati
dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), h. 7
Ø Isi
Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai
tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu
terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Proses belajar terjadi berkat
siswa memperoleh sesuatu yang ada dilingkungan sekitar. Lingkungan yang
dipelajari oleh siswa berupa keadaan alam, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan,
manusia, atau hal-hal yang dijadikan bahan belajar. Tindakan belajar tentang
suatu hal tersebut tampak sebagai perilaku belajar yang tampak dari luar.
Ø Artikel
pembanding yang diunduh
Subjek dari proses
belajar adalah siswa. Siswa adalah
penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Keterlibatan siswa
hanya bisa dimungkinkan jika siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi atau
terlibat dalam proses pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar sebelumnya,
para murid diharuskan tunduk dan patuh pada peraturan dan prosedur yang kaku
yang justru membatasi keterampilan berfikir kreatif. Dalam belajar, anak-anak
lebih banyak disuruh menghapal ketimbang mengeksplorasi, bertanya atau
bereksperimen.
4.
BAB II halaman
10
Ø Sumber
9Dimyati
dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Rineka Cipta, 2006),h.9
Ø Isi
Gagne berpendapat bahwa dalam belajar terdiri dari tiga tahap meliputi sembilan
fase. Tahapan itu adalah persiapan untuk belajar, pemerolehan dan unjuk perbuatan
(performansi), dan alih belajar. Pada tahapan persiapan dilakukan tindakan
pengarahan perhatian, pengharapan dan mendapatkan kembali informasi. Pada tahap
pemerolehan dan performansi digunakan untuk persepsi selektif, sandi semantik,
pembangkitan kembali, dan respon serta penguatan. Tahap alih belajar meliputi
pengisyaratan untuk membangkitkan, dan pemberlakuan secara umum. Adanya tahap
dan fase tersebut mempermudah guru untuk melakukan pembelajaran.
Ø Artikel pembanding yang diunduh
Ø Ulasan
Pembelajaran
sebagai suatu proses kegiatan, terdiri atas tiga fase atau tahapan. Fase-fase
proses pembelajaran yang dimaksud meliputi: tahap perencanaan, tahap
pelaksanan, dan tahap evaluasi. Tahap perencanaan
merupakan ahap merencanakan pembelajaran agar tercapainya tujuan pembelajaran
yang di inginkan. Tahap pelaksanaan merupakan tahap melaksanakan rencana yang
sudah disusun atau direncanakan dalam tahap perencanaan. Dan tahap evaluasi
merupakan tahap mengevaluasi pelaksanaan apakah sesuai dengan yang sudah
direncanakan atau tidak.
5.
BAB II halaman 17
Ø Sumber
Priowirjanto Gator, Perawatan
dan Perbaikan Peralatan Listrik Rumah tangga, (Jakarta, 2003)
Ø Isi
Seterika listrik adalah peralatan
listrik rumah tangga yang digolongkan dalam peralatan pemanas berdaya rendah.
Memiliki fungsi mengubah energi listrik menjadi energi panas.
Ø Artikel pembanding yang diunduh
Ø Ulasan
Seterika listrik adalah alat yang
dipanaskan digunakan untuk melicinkan / menghaluskan pakaian agar dapat lebih
rapi dipakai, umumnya setelah dicuci dan dikeringkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar